PPDB SMAN 7 Bekasi

Posted: Juni 22, 2020 in Pendidikan

SMAN 7 Bekasi merupakan sekolah di kota bekasi yang secara geografis letaknya berbatasan dengan DKI Jakarta, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Sekolah ini letaknya sangat strategis, berada di utara Jalan Raya Trans Yogi yang lebih populer biasa disebut Jalan Raya Alternatif. Sebagai bagian dari Jawa Barat yang saat ini tengah menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap I yang dilaksanakan tanggal 8 – 12 Juni 2020. sedangkan PPDB tahap II dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal 1 Juli 2020. Sedangkan hari ini 22 Juni 2020 merupakan PENGUMUMAN hasil seleksi PPDB tahap I untuk tahun pelajaran 2020/2021. Adapun pengumuman hasil PPDB dapat di buka DI SINI, atau DI SINI

GELOMBANG CAHAYA

Posted: Maret 17, 2020 in Fisika

DSC_0040Pembiasan pada Prisma

Prisma merupakan benda bening (transparan) terbuat dari bahan gelas yang dibatasi dua oleh bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu. Bidang itu disebut bidang pembias dan sudut yang dibentuk oleh kedua bidang pembias disebut sudut pembias.

Apabila sinar monokromatis dilewatkan pada prisma, maka sinar yang keluar dari prisema akan mengalami penyimpangan yang disebut deviasi, dimana sinar yang keluar dari prisma tidak sejajar lagi dengan sinar datang yang menuju prisma. Perhatikan gambar proses terjadinya pembiasan pada prisma di bawah ini!

pembiasan prisma

Besar sudut deviasi dapat ditentukan dengan persamaan berikut.

rumus sudut deviasi prismaJika i1 = r2 dan i2 = r1 maka terjadi deviasi minimum dengan besar sudut deviasinya:

rumus deviasi prisma 2

Jika indeks bias medium dan prisma masing-masing nm dan np maka dari hukum Snellius didapat :

rumus sudut devasi prisma 3

Persamaan tersebut berlaku untuk sudut lebih besar dari 15 derajat. Jika sudutnya kurang dari 15 derajat maka berlaku:

rumus sudut deviasi prisma 4dengan δ : sudut deviasi, dan β sudut prisma
Dispersi Cahaya

Jika seberkas cahaya putih (polikromatis) dilewatkan pada sebuah prisma, maka cahaya tersebut akan diuraikan menjadi beberapa cahaya tunggal seperti gambar berikut.

dispersi 1
Interferensi Celah Ganda

Seberkas cahaya monokromatis dilewatkan pada dua celah sempit maka akan terntuk pola gelap terang yang tertangkap pada layar, seperti gambar berikut.

celah ganda 1

Jika kita ambil satu pola saja seperti gambar  di bawah

celah ganda 2

Titik O adalah terang pusat dan P adalah terang ke-n, maka jarak terang ke-n dari terang pusat adalah 

rumus celah ganda 1

adapun jarak gelap ke-n dari terang pusat dapat ditentukan dengan persamaan:

rumus celah ganda 2

Defraksi Celah Tunggal

Seberkas cahaya tunggal (monokromatis) yang dilewatkan pada celah sempit tunggal maka akan terbentuk pola gelap terang pada layar. 

defraksi celah tunggal 1

Jika lebar celah d maka pola gelap terang akan mengikuti persamaan :

rumus celah tunggal 1

dengan λ : panjang gelombang (m)

 

Defraksi Celah Banyak (Kisi Defraksi)

Kisi merupakan alat yang terdiri dari celah-celah sempit sejajar yang banyak jumlahnya dan memiliki lebar yang sama. Suatu kisi dapat dibuat dengan cara membuat goresan-goresan halus pada sekeping kaca. Jumlah goresan kisi dapat mencapai ribuan goresan per centimeter. Secara skema perjalanan seberkas sinar monokromatis melewati kisi difraksi tampak seperti gambar di bawah.

kisi difraksi 1

Pola terang yang terbentuk pada layar memnuhi persamaan :

 

sedangkan pola gelapnya memnuhi persamaan :

rumus kisi difraksi 2

dengan d : tetapan kisi, d = 1/N, N : jumlah garis/cm

 

FLUIDA DINAMIS

Posted: September 30, 2019 in Fisika

Debit (Q)

Yang dimaksud debit adalah menyatakan jumlah fluida yang mengalir melalui suatu penampang tiap waktu tertentu.

RMS DEBIT

Dengan

A : Luas Penampang

v : kecepatan fluida

V : volume fluida

T : waktu

Persamaan Kontinuitas

Berikut disajikan potongan pipa yang memiliki luas penampang tidak sama, yaitu A1 dan A2. Dalam pipa tersebut mengalir fluida dengan kecepatan yang berbeda yaitu v1 dan v2.

KONTINUITAS1

Debita fluida yang mengalir dalam pipa tersebut mengikuti persamaan:

persamaan kontinuitas

Persamaan Bernaulli

Sebuah pipa dengan kedua ujungnya memiliki luas penampang yang berbeda, tampak seperti gambar di bawah.

pipa bernoulli1

Jika dalam pipa tersebut dialirkan fluida maka akan berlaku persamaan:

persamaan bernoulli 1

Aplikasi Hukum Bernaulli

  1. Sayap Pesawat Terbang

Perhatikan gambar penampang melintang sayap pesawat berikut ini!

sayap pesawat1.jpg

Penampang sayap pesawat terbang terlihat bahwa bagian atas sayap lebih melengkung dibandingkan dengan bagian bawah. Hal ini akan mengakibatkan kecepatan aliran udara dibagian atas akan lebih besar dibandingkan kecepatan aliran udara di bagian bawah sayap pesawat. Sebagai akibatnya tekanan udara di atas sayap pesawat lebih kecil dibandingkan tekanan udara dibagian bawahsayap pesawat, sehingga dari persamaan Bernoulli didapat

Dengan        p1 : tekanan udara di atas sayap pesawat terbang

p2 : tekanan udara di bawah sayap pesawat terbang

A : luas sayap pesawat terbang

Untuk menghasilkan gaya angkat pesawat maka

  • Kecepatan aliran udara di atas sayap lebih besar dari pada di bawah sayap pesawat
  • Tekanan udara di atas sayap lebig kecil lebih kecil dari pada di bawah sayap pesawat

2. Pipa Venturi

Pipa venture atau disebut juga venturimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan fluida.

  • Pipa Venturi tanpa Raksa

pipa venturi1.jpg

rms pipa venturi1-1

rms pipa venturi1-2.jpg

  • Pipa Venturi dengan Raksa

pipa venturi 2ok.jpg

rms pipa venturi2-1.jpg

  • Pipa Pitot

Pipa pitot biasa dicebut juga manometer adalah alat sederhana yang digunakan untuk mengukur kecepatan fluida berupa gas.

pipa pitot2.jpg

Besarnya kecepatan aliran gas dalam pipa memenuhi persamaan berikut:

rms pipa pitot.jpg

  • Drum Bocor

Sebuah drum berisi air mengalami kebocoran seperti gambar di bawah.

drum bocor1

Besarnya kecepatan air keluar dari titik kebocoran adalah :

rms drum bocor1.jpg

CONTOH

Perhatikan peristiwa kebocoran tangki air pada lubang P dari ketinggian tertentu pada gambar berikut! (g = 10 m.s-2)

DRUM BOCOR CONTOH.jpg

Air yang keluar dari lubang P akan jatuh ke tanah setelah waktu t = ….

PILIHAN CONTOH 1.jpg

Pembahasan

penyelesaian contoh2

Jawaban : A

Dinamika Rotasi

Posted: Juli 25, 2019 in Fisika, Pendidikan

Momen Gaya (Torsi)

DSC_0040Momen gaya atau torsi  didefinisikan sebagai besaran yang menyatakan besarnya gaya yang bekerja pada sebuah benda sehingga mengakibatkan benda tersebut bergerak rotasi. Untuk mengetahui besarnya  momen perhatikan gambar berikut!

 

Gambar 1

Terdapat sebuah batang panjangnya r. Salah satu ujungnya diberi engsel sehingga batang tersebut dapat bergerak bebas. Jika pada ujung bebas bekerja gaya sebesar F1 , maka torsi yang dialami batang adalah :

gambar 2

Dengan arah putaran batang berlawanan dengan arah jarum jam.

Jika yang bekerja adalah gaya F3 maka torsinya nol sehingngga benda tidak berputar, sedangkan jika yang bekerja adalah gaya F2 maka torsinya dapat dilihat seperti berikut :

gambar 3

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa torsi yang bekerja pada batang adalah :

gambar 4

atau

gambar 5

Jadi secara umum, torsi di sekitar sumbu rotasi dapat dituliskan sebagai :

gambar 6

Apabila pada suatu benda bekerja beberapa gaya yang mengakibatkan benda berotasi, torsi total pada benda tersebut adalah resultan dari semua torsi yang merupakan jumlah aljabar dari masing-masing torsi.

gambar 7

Perjanjian arah torsi

  • Jika menghasilkan rotasi yang searah dengan arah jarum jam maka torsi positif.
  • Jika menghasilkan rotasi yang berlawanan dengan arah jarum jam maka torsi negative.

Keterangan

  • F : gaya (N)
  • r : jarak (m)
  • gambar 9

Momen Kopel

Kopel didefinisikan sebagai pasangan gaya-gaya sejajar sama besar berlawanan arah yang menghasilkan rotasi sebagaimana digambarkan di bawah.

gambar 10

Jadi kopel terdiri atas dua buah gaya, masing-masing gaya sebesar F dipisahkan oleh jarak tegak lurus garis kerja kedua gaya d.

Besarnya kopel dinyatakan dengan momen kopel dan didefinisikan sebagai perkalian antara gaya dengan jarak tegak lurus garis kerja kedua gaya.

M = F.d

Dengan :

  • M : Momen Kopel (Nm)
  • d : Jarak tegak lurus garis kerja kedua gaya (m)

Apabila sebuah benda tegar bekerja beberapa buah kopel sebidang, resultan momen kopelnya merupakan jumlah aljabar dari masing-masing momen kopel.

gambar 11

Momen Inersia Partikel

Pada benda yangbergerak translasi maka percepatan (a) sebanding dengan gaya (F)

gambar 12

sedangkan pada benda yang bergerak rotasi maka percepatan sudut sebanding dengan torsi total yang diberikan pada banda tersebut.

gambar 13

Sebuah partikel bermassa m melakukan gerak orbital membentuk lingkaran dengan jari-jari r pada ujung tali yang massanya diabaikan, dan dianggap terdapat gaya sebesar F yang bekerja pada partikel tersebut seperti tampak pada gambar berikut.

gambar 14

Dari hukum II newton kita punya bahwa F = m. a, sedangkan dari gerak melingkar kita punya

gambar 15

Sehingga didapat :

gambar 17

Jika kedua sisi dikalikan dengan r maka didapat

gambar 18

gambar 19

Jadi didapatkan hubungan antara torsi dengan momen inersia yaitu:

gambar 20

gambar 21.jpg

 

Baca entri selengkapnya »

DANA ABADI UMAT

Posted: Januari 22, 2018 in Uncategorized

Upaya Membantu Perekonomian Warga

Pada kesempatan ini, saya tidak akan membahas tentang Fisika maupun Pendidikan, melainkan masalah yang ada kaitananya dengan kepedulian social dan perekonomian rakyatkhususnya warga seRT.

Sudah menjadi tradisi warga negeri ini jika dalam sebuah lingkungan sering diadakan pertemuan rutin bulanan. Sebagai media atau sarana pertemuannya bias berbentuk pengajian maupun arisan. Jika sarana pertemuannya pengajian maka pertemuannya mungkin bias sepekan sekali, sedangkan jika arisan maka biasanya sebulan sekali. Tapi terkadang ada warga yang tidak ikut arisan dikarenakan tidak memiliki cukup uang untuk arisan.

Warga di lingkungan Rukun Tetangga (RT) pada umumnya memiliki tingkat perekonomian beragam, ada yang mampu ada pula yng kurang mampu, bahkan ada keluarga yang tadinya mampu tapi menjadi kurang mampu, atau sebaliknya. Ketika kita memiliki tetangga yang sedang mengalami kesulitan maka seyogyanyalah kita harus membantunya. Namun demikian tidak setiap warga bisa ikut membantunya. Padahal partisipasi dan kerja sama (gotong royong) membantu yang sedang mengalami kesulitan adalah kebiasaan positif yang sudah menjadi tradisi bangsa kita. Lalu bagaimana kita yang juga kurang mampu tetapi bias ikut membantu tetangga yang juga kurang mampu?

Solusinya adalah Dana Abadi Umat (DAU). DAU adalah dana yang dihimpun melalui pertemuan rutin warga. Setiap kali pertemuan maka diedarkan kotak amal yang bisa diisi secara sukarela oleh warga yang hadir. Sekali lagi, besarnya uang amal bebas sesuai kemampuan warga, yang merasa tidak bawa uang, ya tidak usah mengisi uang amal. Jadi murni sukarela. Uang tersebut dikumpulkan dari pertemuan ke pertemuan, setelah dipandang cukup, barulah mulai dipinjamkan ke warga yang membutuhkan. Proses peminjamannya juga sederhana hanya diperlukan kesepakatan berapa lama uang tersebut dipinjam/dikembalikan. Dalam proses pengembalian pinjaman harus tanpa bunga sehingga bebas riba. Tetapi jika si peminjam mengembalikan pinjaman lebih ya tidak apa-apa. Mungkin sebagai bentuk terima kasih karna telah dipinjami. Penggunaan dana pinjaman ditak dibatasi peruntukannya, bias buat pendidikan, usaha/bisnis, atau yang lainnya yang penting tidak bertentangan dengan undang-undang dan agama. Dengan demikian setiap warga memiliki partisipasi dalam menolong yang sedang kesusahan khususnya dalam perekonomian.

Sebagai contoh, DAU RT 004 RW 016, Taman Jatisari Permai, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi. DAU didirikan sekitar 5 tahun lalu. Dalam sebuah arisan ide tersebut tercetus dan disepakati. Saat itu dana yang terkumpul sekitar Rp.200 000 (dua ratus ribu rupiah). Dana tersebut tidak langsung dipinjamkan melainkan dikumpulkan hingga beberapa kali arisan berikutnya, dan uang terkumpul agak banyak. Setelah uang terkumpul sekitar dua jutaan, mulailah dipinjamkan. Yang boleh meminjam uang tersebut hanyalah warga RT setempat. Penggunaan uang pinjaman tidak dibatasi peruntukannya. Intinya setiap warga yang sedang mengalami kesulitan keuangan diperbolehkan pinjam, apakah untuk bayar SPP, biaya rumah sakit, ataupun untuk modal usaha. Hingga saat ini dana terkumpul sudah sekitar 19 jutaan dan manfaatnya sudah  lebih dari 100 juta. Sebuah prestasi yang luar biasa dalam bergotong ronyong mengatasi masalah warga.

Kuncinya, jangan pikirkan nanti si peminjam itu mengembalikan pinjaman atau tidak, si pemegang uang itu amanah atau tidak, akhirnya uang itu habis atau tidak, melainkan kita harus ikhlas, seikhlas kita berinfaq. Kita tidak pernah berprasangka buruk terhadap pengelola dana infaq. Seperti itulah sikap kita terhadap pengelola DAU warga, jadi IKHLAS. Jika setiap RT bisa memiliki DAU maka akan berimbas peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga di lingkungan RT pada khususnya.

PENYUSUNAN SOAL HOTS

Posted: Desember 19, 2017 in Pendidikan

Pengertian Soal HOTS

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall.

Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja.Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuan: mengetahui (knowing-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (aplying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6).Pada pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS, hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO.Sebagai contoh kata kerja ‘menentukan’ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks penulisan soal-soal HOTS, kata kerja ‘menentukan’ bisa jadi ada pada ranah C5 (mengevaluasi) apabila untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu peserta didik diminta menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja ‘menentukan’ bisa digolongkan C6 (mengkreasi) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO) sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Pada penyusunan soal-soal HOTS umumnya menggunakan stimulus.Stimulus merupakan dasar untuk membuat pertanyaan.Dalam konteks HOTS, stimulus yang disajikan hendaknya bersifat kontekstual dan menarik.Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Stimulus juga dapat diangkat dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar satuan pendidikan seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Kreativitas seorang guru sangat mempengaruhi kualitas dan variasi stimulus yang digunakan dalam penulisan soal HOTS.

Karakteristik Soal HOTS

Soal-soal HOTS sangat direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai bentuk penilaian kelas. Untuk menginspirasi guru menyusun soal-soal HOTS di tingkat satuan pendidikan, berikut ini dipaparkan karakteristik soal-soal HOTS.

1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
The Australian Council for Educational Research (ACER) menyatakan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan proses: menganalisis, merefleksi, memberikan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi bukanlah kemampuan untuk mengingat, mengetahui, atau mengulang.Dengan demikian, jawaban soal-soal HOTS tidak tersurat secara eksplisit dalam stimulus.
Kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), keterampilan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kemampuan berargumen (reasoning), dan kemampuan mengambil keputusan (decision making).Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu kompetensi penting dalam dunia modern, sehingga wajib dimiliki oleh setiap peserta didik.
Kreativitas menyelesaikan permasalahan dalam HOTS, terdiri atas:
a. kemampuan menyelesaikan permasalahan yang tidak familiar;
b. kemampuan mengevaluasi strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda;
c. menemukan model-model penyelesaian baru yang berbeda dengan cara-cara sebelumnya.
‘Difficulty’ is NOT same as higher order thinking. Tingkat kesukaran dalam butir soal tidak sama dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Sebagai contoh, untuk mengetahui arti sebuah kata yang tidak umum (uncommon word) mungkin memiliki tingkat kesukaran yang sangat tinggi, tetapi kemampuan untuk menjawab permasalahan tersebut tidak termasuk higher order thinking skills.Dengan demikian, soal-soal HOTS belum tentu soal-soal yang memiliki tingkat kesukaran yang tinggi.
Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat dilatih dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka proses pembelajarannya juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk menemukan konsep pengetahuan berbasis aktivitas. Aktivitas dalam pembelajaran dapat mendorong peserta didik untuk membangun kreativitas dan berpikir kritis.

2. Berbasis permasalahan kontekstual
Soal-soal HOTS merupakan asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, dimana peserta didik diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan masalah.Permasalahan kontekstual yang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini terkait dengan lingkungan hidup, kesehatan, kebumian dan ruang angkasa, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan.Dalam pengertian tersebut termasuk pula bagaimana keterampilan peserta didik untuk menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply)dan mengintegrasikan(integrate) ilmu pengetahuan dalam pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan permasalahan dalam konteks nyata.
Berikut ini diuraikan lima karakteristik asesmen kontekstual, yang disingkat REACT.
a. Relating, asesmen terkait langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata.
b. Experiencing, asesmen yang ditekankan kepada penggalian (exploration), penemuan (discovery), dan penciptaan (creation).
c. Applying, asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.
d. Communicating, asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada kesimpulan konteks masalah.
e. Transfering, asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas ke dalam situasi atau konteks baru.
Ciri-ciri asesmen kontekstual yang berbasis pada asesmen autentik, adalah sebagai berikut:
a. Peserta didik mengonstruksi responnya sendiri, bukan sekadar memilih jawaban yang tersedia;
b. Tugas-tugas merupakan tantangan yang dihadapkan dalam dunia nyata;
c. Tugas-tugas yang diberikan tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar, tetapi memungkinkan banyak jawaban benar atau semua jawaban benar.
Berikut disajikan perbandingan asesmen tradisional dan asesmen kontekstual.

Langkah-Langkah Penyusunan Soal HOTS

Untuk menulis butir soal HOTS, penulis soal dituntut untuk dapat menentukan perilaku yang hendak diukur dan merumuskan materi yang akan dijadikan dasar pertanyaan (stimulus) dalam konteks tertentu sesuai dengan perilaku yang diharapkan. Selain itu uraian materi yang akan ditanyakan (yang menuntut penalaran tinggi) tidak selalu tersedia di dalam buku pelajaran. Oleh karena itu dalam penulisan soal HOTS, dibutuhkan penguasaan materi ajar, keterampilan dalam menulis soal (kontruksi soal), dan kreativitas guru dalam memilih stimulus soal sesuai dengan situasi dan kondisi daerah di sekitar satuan pendidikan. Berikut dipaparkan langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS.

1. Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS
Langkah pertama guru-guru memilih KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS. Tidak semua KD dapat dibuat model-model soal HOTS. Pemilihan KD jangan hanya melihat KKO pada KD tersebut,karena KKO pada KD hanya merupakan tuntutan awal yang harus diperkaya dengan subtansi-subtansi..
2. Menyusun kisi-kisi soal
Kisi-kisi penulisan soal-soal HOTS bertujuan untuk membantu para guru dalam menulis butir soal HOTS. Secara umum, kisi-kisi tersebut diperlukan untuk memandu guru dalam: (a) memilih KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS, (b) memilih materi pokok yang terkait dengan KD yang akan diuji, (c) merumuskan indikator soal, dan (d) menentukan level kognitif.
3. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
Stimulus yang digunakan hendaknya menarik, artinya mendorong peserta didik untuk membaca stimulus.Stimulus yang menarik umumnya baru, belum pernah dibaca oleh peserta didik.Sedangkan stimulus kontekstual berarti stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, menarikdan mendorong peserta didik untuk membaca.Dalam konteks Ujian Sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat.
4. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal
Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS.Kaidah penulisan butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi, sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal, sesuai format terlampir.
5. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban
Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian.Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan isian singkat.

Adapun alur proses penyusunan soal HOTS seperti berikut:

 

Sumber: Panduan Penyusunan Soal HOTS, Dit, PSMA Kemendikbud

PENYELENGGARAAN PEMINATAN SMA

Posted: Oktober 19, 2015 in Pendidikan

WP_20141228_033Pengertian Peminatan

Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan.  Peminatan Akademik adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasan kelompok mata pelajaran keilmuan.  Peminatan pada SMA/MA memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran keilmuan.

STRUKTUR KURIKULUM

STRUKTUR KURIKULUM LANJUTAN

Pengertian Lintas Minat

Lintas Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi perluasan pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasaan kelompok mata pelajaran keilmuan di luar pilihan minat. Dalam Kurikulum 2013, selain memilih mata pelajaran dalam suatu peminatan tertentu, peserta didik juga diberi kesempatan untuk mengambil mata pelajaran dari peminatan lain. Hal ini memberi peluang kepada peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran yang diminati namun tidak terdapat pada kelompok mata pelajaran peminatan.

Pengertian Pendalaman Minat

Pendalaman Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pendalaman pilihan minat akademik peserta didik dengan orientasi pendalaman kelompok mata pelajaran keilmuan dalam lingkup pilihan minat. Peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas peserta didik lain diberi kesempatan untuk mendalami mata pelajaran-mata pelajaran pada kelompok peminatannya. Hal ini memberi kesempatan bagi peserta didik yang pada mata pelajaran tertentu di kelompok peminatannya memiliki kemampuan dan prestasi tinggi sehingga penguasaan terhadap substansi mata pelajaran bersangkutan menjadi tumpuan bagi kelangsungan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Peserta didik dapat mengambil pendalaman minat dengan ketentuan:

a. memiliki indeks prestasi paling rendah 3,66;  dan

b. memiliki kecerdasan istimewa, dengan dibuktikan tes IQ paling rendah 130.

Pendalaman minat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki bidang keilmuan yang sesuai.

Mekanisme Pemilihan Peminatan
Kelompok Peminatan yang dapat dipilih peserta didik terdiri atas kelompok Matematika dan Ilmu Pen
getahuan ADSC_0040lam, Ilmu Pengetahuan Sosial, serta Budaya dan Bahasa.

Mekanisme pemilihan peminatan bagi peserta didik baru di kelas X dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Sejak peserta didik mendaftar ke SMA/MA.
  2. Setelah peserta didik diterima di SMA/MA.

Sesuai dengan minat, bakat, dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan mempertimbangkan:

  1. Nilai Raport SMP/MTs atau yang sederajat;
  2. Nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat; dan
  3. Rekomendasi guru bimbingan dan konseling/konselor di SMP/MTs atau yang sederajat.

Jika diperlukan sekolah dapat melaksanakan seleksi dengan menambahkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Wawancara peserta didik dan/atau orangtua;
  2. Tes penempatan (placemnt test);
  3. Tes bakat dan minat oleh psikolog atau psikotes.

Pindah Kelompok Peminatan

Peserta didik dapat pindah antar kelompok peminatan akademik paling lambat pada akhir semester 1 (satu) berdasarkan hasil pembelajaran  pada semester  berjalan dan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Apabila hal ini menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaannya maka pindah peminatan dimungkinkan dilakukan setelah ulangan tengah semester 1. Ketentuan ini dituangkan dalam kurikulum dan  aturan akademik satuan pendidikan. Peserta didik yang pindah kelompok peminatan akademik harus mengikuti program matrikulasi.

Penyelenggaraan Peminatan

Permendikbud No.64 tahun 2014 pasal 3 ayat (6) mengamanatkan bahwa SMA wajib menyelenggarakan ketiga kelompok peminatan akademik.  Adapun sekolah yang wajib menyelenggarakan ketiga kelompok peminatan akademik memiliki kriteria sebagai berikut. 1. Adanya peserta didik yang memilih ketiga kelompok peminatan;

  1. Tersedia sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan;
  2. Tersedia sarana prasarana pendukung terselenggaranya ketiga kelompok peminatan.

Peran dan Fungsi Bimbingan dan Konseling

Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan membantu konseli mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Fokus pengembangan layanan peminatan peserta didik diarahkan pada kegiatan meliputi;

  1. pemberian informasi program peminatan;
  2. melakukan pemetaan dan penetapan peminatan peserta didik (pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil analisis data dan penetapan peminatan peserta didik);
  3. layanan lintas minat;
  4. layanan pendalaman minat;
  5. layanan pindah minat;
  6. pendampingan dilakukan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi;
  7. pengembangan dan penyaluran; dan
  8. evaluasi dan tindak lanjut.

Peran Bimbingan dan Konseling dalam penentuan peminatan dan lintas minat sebagai berikut.

  1. Merancang angket peminatan.
  2. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan data-data calon peserta didik.
  3. Melaksanakan wawancara dengan peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.
  4. Menempatkan peserta didik (bersama–sama dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum) sesuai minat dan bakat dengan kondisi sekolah.

Adapun alokasi waktu layanan Bimbingan dan Konseling untuk peminatan dan perencanaan individual seperti pada tabel 5 di bawah ini.

tabel layanan BP

Fungsi Bimbingan dan Konseling diantaranya membangun adaptasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program dan aktivitas pendidikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, bakat, minat, kemampuan, kecepatan belajar, dan kebutuhan peserta didik.

Sumber : berbagai sumber

masa mudakuSetelah beroperasi sekitar enam bulan di Indonesia, startup penyedia layanan e-learning gratis yang berpusat di London Quipper School menyatakan separuh dari satu juta penggunanya adalah siswa Indonesia. Tahun ini mereka menargetkan memiliki tiga juta pengguna dari Indonesia saja.

Menurut Public Relation Quipper Indonesia Petra Monica, Quipper memang sedang memfokuskan layanannya di Asia Tenggara. Layanan ini sebelumnya memperoleh suntikan pendanaan $5,8 juta dari sejumlah investor, yang digunakan untuk melebarkan sayap di berbagai negara Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Keputusan ini membuahkan hasil. Saat ini Quipper punya satu juta siswa, setengah jutanya berasal dari Indonesia, diikuti oleh Filipina, Thailand, dan negara-negara lain. Petra menyatakan, faktor utama tumbuhnya teknologi pendidikan seperti ini adalah tingginya kepedulian tiap negara terhadap dunia pendidikan. Ia berujar, “Dari pengalaman kami berinteraksi dengan guru dan siswa secara langsung, kami berhasil menyimpulkan beberapa faktor pendukung lain atas kesuksesan ini. Tidak hanya menyadari peran teknologi digital, namun kini para guru berdedikasi tinggi di Indonesia juga berpartisipasi langsung untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa dengan teknologi tersebut.”

Untuk layanan seperti Quipper School ini, peran guru maupun siswa sama-sama sangat penting. “Peran guru dalam proses belajar siswa sangatlah besar, terutama di sekolah. Sedangkan siswa selalu tertarik dengan hal-hal baru, terutama dengan teknologi terkini. Korelasi antara dukungan dari guru yang bertemu dengan rasa ingin tahu siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi kedua belah pihak bersama Quipper School,” ungkap Petra.Saat ini para pemangku pendidikan memang sudah semakin terbuka untuk memanfaatkan teknologi mobile dan internet sebagai salah satu alat penunjang pendidikan.

Meskipun Quipper School telah digunakan oleh lebih dari satu juta siswa, tetapi bukan berarti sudah bisa beroperasi tanpa kendala. Petra mengatakan, “Kendala untuk mendapatkan koneksi internet masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mengingat antusiasme siswa dan guru yang cukup tinggi, biasanya hal ini diatasi dengan berbagi koneksi internet, saling meminjamkan perangkat, hingga mengerjakan tugas di warnet,”
“Kini, terdapat ratusan ribu siswa tersebar di Indonesia yang sedang asyik belajar menggunakan perangkat mereka masing-masing baik di sekolah maupun di luar sekolah,” tambahnya.

Sukses ini tidak membuat Quipper School berpuas diri. Dalam jangka pendek, ambisi mereka adalah mendapatkan lima juta pengguna dan target mereka untuk Indonesia sebanyak tiga juta.
“Kami berencana untuk menawarkan konten dan fitur premium, dengan konten dan fitur dasar yang ada saat ini tetap selamanya gratis. Quipper ingin membantu sekaligus memberi kemudahan untuk menjawab rasa ingin tahu siswa di seluruh dunia, terutama di Indonesia,” tutup Petra.

https://dailysocial.net/post/quipper-school-sudah-raih-1-juta-siswa-setengahnya-adalah-dari-indonesia