PENYELENGGARAAN PEMINATAN SMA

Posted: Oktober 19, 2015 in Pendidikan

WP_20141228_033Pengertian Peminatan

Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan.  Peminatan Akademik adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasan kelompok mata pelajaran keilmuan.  Peminatan pada SMA/MA memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran keilmuan.

STRUKTUR KURIKULUM

STRUKTUR KURIKULUM LANJUTAN

Pengertian Lintas Minat

Lintas Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi perluasan pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasaan kelompok mata pelajaran keilmuan di luar pilihan minat. Dalam Kurikulum 2013, selain memilih mata pelajaran dalam suatu peminatan tertentu, peserta didik juga diberi kesempatan untuk mengambil mata pelajaran dari peminatan lain. Hal ini memberi peluang kepada peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran yang diminati namun tidak terdapat pada kelompok mata pelajaran peminatan.

Pengertian Pendalaman Minat

Pendalaman Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pendalaman pilihan minat akademik peserta didik dengan orientasi pendalaman kelompok mata pelajaran keilmuan dalam lingkup pilihan minat. Peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas peserta didik lain diberi kesempatan untuk mendalami mata pelajaran-mata pelajaran pada kelompok peminatannya. Hal ini memberi kesempatan bagi peserta didik yang pada mata pelajaran tertentu di kelompok peminatannya memiliki kemampuan dan prestasi tinggi sehingga penguasaan terhadap substansi mata pelajaran bersangkutan menjadi tumpuan bagi kelangsungan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Peserta didik dapat mengambil pendalaman minat dengan ketentuan:

a. memiliki indeks prestasi paling rendah 3,66;  dan

b. memiliki kecerdasan istimewa, dengan dibuktikan tes IQ paling rendah 130.

Pendalaman minat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki bidang keilmuan yang sesuai.

Mekanisme Pemilihan Peminatan
Kelompok Peminatan yang dapat dipilih peserta didik terdiri atas kelompok Matematika dan Ilmu Pen
getahuan ADSC_0040lam, Ilmu Pengetahuan Sosial, serta Budaya dan Bahasa.

Mekanisme pemilihan peminatan bagi peserta didik baru di kelas X dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Sejak peserta didik mendaftar ke SMA/MA.
  2. Setelah peserta didik diterima di SMA/MA.

Sesuai dengan minat, bakat, dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan mempertimbangkan:

  1. Nilai Raport SMP/MTs atau yang sederajat;
  2. Nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat; dan
  3. Rekomendasi guru bimbingan dan konseling/konselor di SMP/MTs atau yang sederajat.

Jika diperlukan sekolah dapat melaksanakan seleksi dengan menambahkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Wawancara peserta didik dan/atau orangtua;
  2. Tes penempatan (placemnt test);
  3. Tes bakat dan minat oleh psikolog atau psikotes.

Pindah Kelompok Peminatan

Peserta didik dapat pindah antar kelompok peminatan akademik paling lambat pada akhir semester 1 (satu) berdasarkan hasil pembelajaran  pada semester  berjalan dan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Apabila hal ini menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaannya maka pindah peminatan dimungkinkan dilakukan setelah ulangan tengah semester 1. Ketentuan ini dituangkan dalam kurikulum dan  aturan akademik satuan pendidikan. Peserta didik yang pindah kelompok peminatan akademik harus mengikuti program matrikulasi.

Penyelenggaraan Peminatan

Permendikbud No.64 tahun 2014 pasal 3 ayat (6) mengamanatkan bahwa SMA wajib menyelenggarakan ketiga kelompok peminatan akademik.  Adapun sekolah yang wajib menyelenggarakan ketiga kelompok peminatan akademik memiliki kriteria sebagai berikut. 1. Adanya peserta didik yang memilih ketiga kelompok peminatan;

  1. Tersedia sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan;
  2. Tersedia sarana prasarana pendukung terselenggaranya ketiga kelompok peminatan.

Peran dan Fungsi Bimbingan dan Konseling

Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan membantu konseli mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Fokus pengembangan layanan peminatan peserta didik diarahkan pada kegiatan meliputi;

  1. pemberian informasi program peminatan;
  2. melakukan pemetaan dan penetapan peminatan peserta didik (pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil analisis data dan penetapan peminatan peserta didik);
  3. layanan lintas minat;
  4. layanan pendalaman minat;
  5. layanan pindah minat;
  6. pendampingan dilakukan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi;
  7. pengembangan dan penyaluran; dan
  8. evaluasi dan tindak lanjut.

Peran Bimbingan dan Konseling dalam penentuan peminatan dan lintas minat sebagai berikut.

  1. Merancang angket peminatan.
  2. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan data-data calon peserta didik.
  3. Melaksanakan wawancara dengan peserta didik dan orangtua/wali peserta didik.
  4. Menempatkan peserta didik (bersama–sama dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum) sesuai minat dan bakat dengan kondisi sekolah.

Adapun alokasi waktu layanan Bimbingan dan Konseling untuk peminatan dan perencanaan individual seperti pada tabel 5 di bawah ini.

tabel layanan BP

Fungsi Bimbingan dan Konseling diantaranya membangun adaptasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program dan aktivitas pendidikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, bakat, minat, kemampuan, kecepatan belajar, dan kebutuhan peserta didik.

Sumber : berbagai sumber

masa mudakuSetelah beroperasi sekitar enam bulan di Indonesia, startup penyedia layanan e-learning gratis yang berpusat di London Quipper School menyatakan separuh dari satu juta penggunanya adalah siswa Indonesia. Tahun ini mereka menargetkan memiliki tiga juta pengguna dari Indonesia saja.

Menurut Public Relation Quipper Indonesia Petra Monica, Quipper memang sedang memfokuskan layanannya di Asia Tenggara. Layanan ini sebelumnya memperoleh suntikan pendanaan $5,8 juta dari sejumlah investor, yang digunakan untuk melebarkan sayap di berbagai negara Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Keputusan ini membuahkan hasil. Saat ini Quipper punya satu juta siswa, setengah jutanya berasal dari Indonesia, diikuti oleh Filipina, Thailand, dan negara-negara lain. Petra menyatakan, faktor utama tumbuhnya teknologi pendidikan seperti ini adalah tingginya kepedulian tiap negara terhadap dunia pendidikan. Ia berujar, “Dari pengalaman kami berinteraksi dengan guru dan siswa secara langsung, kami berhasil menyimpulkan beberapa faktor pendukung lain atas kesuksesan ini. Tidak hanya menyadari peran teknologi digital, namun kini para guru berdedikasi tinggi di Indonesia juga berpartisipasi langsung untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa dengan teknologi tersebut.”

Untuk layanan seperti Quipper School ini, peran guru maupun siswa sama-sama sangat penting. “Peran guru dalam proses belajar siswa sangatlah besar, terutama di sekolah. Sedangkan siswa selalu tertarik dengan hal-hal baru, terutama dengan teknologi terkini. Korelasi antara dukungan dari guru yang bertemu dengan rasa ingin tahu siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi kedua belah pihak bersama Quipper School,” ungkap Petra.Saat ini para pemangku pendidikan memang sudah semakin terbuka untuk memanfaatkan teknologi mobile dan internet sebagai salah satu alat penunjang pendidikan.

Meskipun Quipper School telah digunakan oleh lebih dari satu juta siswa, tetapi bukan berarti sudah bisa beroperasi tanpa kendala. Petra mengatakan, “Kendala untuk mendapatkan koneksi internet masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mengingat antusiasme siswa dan guru yang cukup tinggi, biasanya hal ini diatasi dengan berbagi koneksi internet, saling meminjamkan perangkat, hingga mengerjakan tugas di warnet,”
“Kini, terdapat ratusan ribu siswa tersebar di Indonesia yang sedang asyik belajar menggunakan perangkat mereka masing-masing baik di sekolah maupun di luar sekolah,” tambahnya.

Sukses ini tidak membuat Quipper School berpuas diri. Dalam jangka pendek, ambisi mereka adalah mendapatkan lima juta pengguna dan target mereka untuk Indonesia sebanyak tiga juta.
“Kami berencana untuk menawarkan konten dan fitur premium, dengan konten dan fitur dasar yang ada saat ini tetap selamanya gratis. Quipper ingin membantu sekaligus memberi kemudahan untuk menjawab rasa ingin tahu siswa di seluruh dunia, terutama di Indonesia,” tutup Petra.

https://dailysocial.net/post/quipper-school-sudah-raih-1-juta-siswa-setengahnya-adalah-dari-indonesia

MINARDI NUPTKSeiring pesatnya perkembangan informasi dan teknologi maka setiap orang akan sangat mudah mendapatkan informasi tentang budaya dan perubahannya dalam waktu yang sangat singkat. Tak terhalang oleh jarakdan waktu. Generasi muda merupakan pengguna IT yang sangat besar, akibatnya merekalah yang sangat rentan akan perubahan. Tidak menjadi masalah ketika perubahan yang positif, tetapi jika negatif, ini akan membahayakan bangsa.

Untuk itu pembentukan karakter generasi muda, mutlak diperlukan. Siswa SMA merupakan bagian dari generasi muda juga tak luput dari upaya pembentukan karakter. Apalagi telah jamak kita jumpai perilaku pelajar yang gemar tawuran, tidak semangan belajar, susah memperhatikan ketika orang lain bicara, cenderung ngobrol sendiri, Maka guru sebagai sebagai pendidik harus berada paling depan terhadap pembentukan karakter generasi muda. Salah satu kiat yang dapat diterapkan di kelas adalah membuat kesepakatan dengan siswa yang harus ditaati oleh guru dan siswa. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh siswa, orangtua siswa dan guru. Setiap guru sebaiknya membuat kesepakatan dengan siswanya, sehingga semua guru kompak. Contoh kesepakata dengan siswa :

KESEPAKATAN KELAS X PROGRAM MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM (MIA)
MATA PELAJARAN : FISIKA

Kesepakatan ini telah disusun dan disepakati antara kelas X MIA-2 dengan Guru mata pelajaran.

Kelas kami akan melaksanakan nilai-nilai agama dan kepercayaan melalui :
• Berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum pelajaran dimulai.
• Menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain.
Kelas kami akan melaksanakan nilai-nilai kejujuran melalui :
• Mengerjakan secara sendiri-sendiri pada saat mengikuti evaluasi yang dilaksanakan oleh guru/sekolah.
• Tidak meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan soal-soal evaluasi yang sedang diikuti.
• Tidak memberikan bantuan kepada orang lain untuk menyelesaikan soal-soal evaluasi yang sedang berlangsung.
Kelas kami akan melaksanakan nilai-nilai kedisiplinan melalui :
• Masuk ruang kelas tepat waktu
• Mengumpulkan pekerjaan rumah/tugas tepat waktu
Kelas kami akan melaksanakan hubungan yang saling menghormati melalui :
• Mendengarkan setiap pembicaraan, hanya satu orang yang berbicara pada suatu waktu.
• Mengangkat tangan/mengacungkan tangan setiap mau bertanya/berpendapat. Tangan tidak diturunkan sampai guru mempersilakan bicara.
• Menghormati pendapat orang lain.
• Tidak melakukan tindakan penghinaan, berbicara kasar, berbicara kotor, dan meremehkan orang lain.
Kelas kami akan memperlihatkan rasa hormat dan empati terhadap semua warga sekolah melalui:
• Mendengarkan orang lain berbicara dan tidak mentertawakan pendapat orang lain.
• Menghormati setiap benda milik orang lain.
• Saling membantu satu sama lain.
Kelas kami akan menunjukkan komitmen menuju kemajuan dan keberhasilan akademik melalui:
• Memberikan segala sesuatu yang terbaik
• Melakukan kerja keras di dalam kelas
• Memberikan perhatian terhadap apa yang dikerjakan
• Mengikuti aturan kelas dan kebijakan guru
• Mengerjakan pekerjaan rumah/tugas dengan lengkap dan mengumpulkan tepat waktu.
Kelas kami akan memperhatikan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain melalui:
• Saling menghormati satu sama lain dan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain
• Bekerja secara hati-hati di laboratorium
• Menjaga volume suara agar tidak membuat kelas menjadi bising/gaduh
Siswa bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan pertemanan dalam linkungan kerja melalui :
• Tidak melakukan tindakan yang menyinggung Suku, Agama, dan Ras (SARA) terhadap siapapun
• Bekerja secara hati-hati di dalam laboratorium
• Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, pekerjaan dan perlengkapan yang digunakan
Guru bertanggung jawab terhadap keselamatan dan lingkungankerjanya melalui:
• Memberikan bantuan kapan dan dimanapun diperlukan
• Memastikan bahwa siswa mengikuti aturan keselamatan di laboratorium
• Mendengarkan pendapat/pertanyaan siswa
• Mengikuti aturan kelas untuk pendisiplinan siswa yang melakukan kesalahan

Jika terjadi pelanggaran kesepakatan maka :
• Peringatan pertama
• Peringatan kedua :
 Tempat duduk dipindahkan
• Peringatan ketiga :
 Siswa dukuk/belajar di luar kelas sampai pelajaran usai
• Peringatan terakhir:
• Orang tua siswa dihubungi
• Dibicarakan tentang kemungkinan pindah sekolah.

Bekasi,___ Agustus 2014
Menyetujui                                                                                                                 Guru Mata Pelajaran

_____________                                                                                                         M I N A R D I

Nama Siswa

________________
Nama Ortu/ Wali murid

Ternyata Daging Kanguru Lezat

Posted: Juni 30, 2014 in Pendidikan

kanguruTak disadari dua minggu sudah aku di Adelaide Australia. Sebuah kota yang terletak di teluk Australia. Kota ini berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Walau menghadap ke samudera hindia namun ombaknya tak terlalu besar, namun demikian anginya cukup kencang sehingga di musim dingin kali ini udara dingin terasa menusuk tulang, tangan seperti habis memegang es batu padahal suhu terendah yang pernah ku alami adalah 8 derajad celcius namun suhu dirasa mendekati 6 derajat. Namun demikian Adelaide adalah sebuah kota yang menyenangkan, tak ada kemacetan, tak ada kebisingan, tak ada sampah dan masih banyak lagi jika harus diceritakan.

Di antara derap langkah kaki menyusuri pedestrian yang sangat luas, terbersit sebuah pikiran apa yang harus dinikmati di negeri koala ini. Yups….kanguru!!! Australia adalah negara asal usul kanguru. Bagaimana jika makan daging kanguru? akupun akhirnya bertanya-tanya apakah daging kanguru boleh dimakan atau tidak. Ternyata daging kanguru dijual bebas di pasar. Kanguru boleh dikonsumsi di sini, karena memang ada peternakannya, seperti kembing kalau di Indonesia.

Keesokan harinya, kebetulah kegiatan di kampus Universitas Adelaide, selesai pukul 2 sore. Aku dan teman serumah langsung meluncur ke sebuah pasar tradisional di kota Adelaide. Setiap lorong kulalui sambil mengamati setiap toko penjual daging, namun apa daya daging yang kucari gak ketemu juga. Tanpa putus asa setiap lorong ku ulangi lagi, dan hasilnya tetap tak ketemu. Ide Indonesiku-pun muncul. Kebetulan aku lihat sebuah toko sayr dan bumbu asia, penjaganya pun berwajah asia, kayaknya tionghoa. Kuamati setiap sayur dan bumbu yang di jual, jahe 15 dolar/kg, kunyit 17 dolar/kg, kangkung, daun bawang, cabe rawit semua ada dan mahal. Namun aku tertarik dengan bawang putih hanya 2 dolar sekantong (kayaknya 0,5 kg). Dan akhirnya akupun beli bawang putih, bawang bombai, cabe rawit dan ubi jalar. Setelah semua kubayar, dengan kemampuan bahasa inggris yang pas-pasan akupun bertanya di manakah yang jual daging kanguru. Si pelayan tokopun dengan senang hati memberi tahu dengan jelas, yessss kamipun menuju ke sana. Yupssss ternyata yang dijual hanya daging kanguru dengan berbagai versi, ada yang daging segar, ada yang sudah dipotong kecil-kecil, ada pula yang sudah berbumbu. Namun harganya berbeda-beda. Pilihan kujatuhkan pada daging segar, maklum harganya paling murah 6,90 dolar per kilo, dan satu kilogram kupesan.

Dengan rasa bahagia akhirnya pulang dengan kereta api dari stasiun kota Adelaide. Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam, dan sekitar jam lima sore sudah sampai rumah. Tak ada siapa-siapa di rumah, Peter dan Komang juga belum pulang. Daging pun segera di iris-iris untuk dimasak. Sempat terbersit keraguan, jangan-jangan nanti rasanya nggak enak. Kucoba mengingat bumbu apa yang cocok untuk daging ini. Belum selesai aku memotong-motong daging, Komang pulang. Akupun lebih mudah untuk meminta bumbu-bumbu yang diperlukan. Aku ingat kata Peter bahwa daging kanguru kalo dimasak terlalu lama jadi keras.

Setelah semua bumbu siap, segera daging dimasak. Untuk menghilangkan bau amis, daging dibaluri dengan jeruk nipis, dan direbus dengan jahe. Rebus sekitar sepuluh menit, angkat dan tiriskan. Setelah itu semua bumbu yang telah dirajang, digoreng hingga layu, masukkan daging, tambah dengan garam, mrica dan kecap. Tak sampai sepuluh menit diangkat dan siap di santap, lezzzaaatttt. Kedua HFku, Peter dan Komang, juga mengatakan yang sama Lezaaaattt, apa lagipak agus house mateku, maknyussss. Dagingnya empuk tak kalah sama daging kambing.

20140627_172210 WP_20140627_059

WP_20140624_029Hari ini cuaca tampak lebih baik dari pada hari senin kemarin, menurut ramalan badan meteorologi Australia Selatan angin akan berhembus dengan kecepatan 24 km/jam dan suhu terendah 12oC. Hal ini membuat kami gembira, karena kami sudah mulai terbiasa dengan suhu sekitar itu. Mobil melaju dari rumah pukul 7.55 pagi. Perjalanan sangat lancar tanpa gangguan gerimis. Walau awan tampak menggantung namun hujan juga tak kunjung tiba. Ini merupakan keberuntungan kami.

Pukul 8.20 pagi kami sudah tiba di sekolah, dan setelah menandatangani daftar hadir langsung menuju ruang kerja, ternyata kami yang terakhir. Tepat pukul 8.30 bel dibunyikan pertanda kegiatan sekolah segera dimulai. Kali ini saya tidak langsung masuk kelas karena jadwal masuk kelas adalah jam ke 3. Waktu bebas ini saya gunakan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Sebelum bel jam ke-3 dibunyikan saya sudah berada di depan ruang laboratorium fisika di mana Mrs Cheril mengajar. Sengaja saya lakukan agar begitu bel berbunyi saya langsung masuk ruang kelas, jadi on time.

Pada jam ke-3 ini yang masuk adalah siswa kelas 11 untuk mata pelajaran fisika. Kegiatan pembelajaran yag dilakukan pada intinya adalah pembahasan soal-soal ujian akhir semester ganjil. Perlu diketahui bahwa di Austrlian tahun ajaran baru dimulai bulan Januari dan di akhiri bulan Juni. Saat ini adalah awal semester genap.

Untuk jam ke-4 dan Ke-5, siswa yang masuk kelas adalah kelas IX dengan mata pelajaran Science. Pada pembelajaran kali ini cukup menarik. Metode pembelajaran yang digunakan, dimulai dari ceramah, tanay jawab dan experimen. Satu jam pertama untuk membahas tentang The Dynamic Eart, dan satu jam berikutnya experimen. Setelah satu jam mengajar dengan ceramah dan tanya jawab, maka siswa diajak memasuki laboratorium yang satunya lagi. Ruang yang satu ini juga merupakan laboratorium science.

Praktikum yang dilakukan adalah perpindahan kalor secara konveksi. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk melakukan praktikum. Dalam LKS tersebut dijelaskan prosedur praktikum dan tugas yang harus diselesaikan siswa. Petunjuk praktikum diawali dengan demonstrasi oleh guru, siswa memperhatikan dan diperkenankan bertanya jika belum jelas. Selanjutnya siswa diberi waktu 20 (dua puluh) menit untuk melakukan praktikum. Yang dilakukan adalah mengamati perpindahan kalor secara konveksi, yaitu kedalam air di masukkan sedikit potasium permanganat melalui selang kecil sehingga zat tersebut sampai dasar. Setelah air dipanaskan, siswa mengamati apa yang terjadi.

Untuk praktikum kedua adalah ke dalam bejana berisi air pada suhu ruang, dimasukkan es balok berwarna biru. Siswa melakukan pengamatan yang terjadi, dan mencatat hasilnya.

Setelah waktu selesai maka seluruh siswa dipersilakan untuk merapikan alat dan mengembalikan ke meja demonstrasi (meja guru) dengan tertib. Dan bersama-sama menyimpulkan pengertian perpindahan kalor secara konveksi.

Hal menarik yang perlu dicatat adalah guru sangat baik dalam mengelola kelas sehingga dapat menyelesaikan materi dengan pendekatan/metode pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa senang dan tidak membosankan, bahkan pembelajaran ini tidak menunjukakan bahwa fisika itu menakutkan melainkkan menyenangkan.

Cross Cultural Activities

Posted: Juni 21, 2014 in Pendidikan

DSC_0373Kegiatan hari ke sepuluh di Australia adalah Cross Cultural Activities. Pada hari ini kami sekeluarga (guru dan HF) menghadiri acara seorang anak keturunan Indonesia-Australia di daerah Adelaide. Kami berangkat sekitar pukul sepuluh waktu setempat. Kami tidak langsung ke tujuan melainkan singgah di beberapa tempat pertokoan second hand. Kami tidak belanja hanya HF yang beli sebuah termos kecil. Perjalanan dilanjutkan ke rumah Sarah, ibu dari anak yang lagi ulang tahun. Suasana masih sepi, kami bertiga (saya, pak Agus, dan Peter) langsung putar balik menuju Pantai Glenelg.

Pantai Glenelg tampak sangat rapi. Beberapa Apartemen berjajar tinggi berdiri dipinggiran Glenelg Marina. Sederatan kapal pesiar berjajar di dermaga. Saat itu pantai tidak begitu ramai walaupun week end. Hal ini dikarenakan musim dingan. Berbeda dengan musim panas, maka pantai sangat ramai didikunjungi warga, untuk sekadar mandi di laut agar menjadi segar.

Pukul 13.15 kami pergi dari pantai, dan pulang menuju rumah Sarah untuk makan siang. Lima belas menik kemudian kami sampai, dan suana sudah ramai. Banyakkeluarga Indonesia-Australia yang kumpul di sana. Mereka datang bersamaanak-anak mereka. Kami semua tampak akrab satu sama lain. Berbagai hidangan khas Indonesia disajikan, Syomai, bubur ayam, sate ayam, rendang, nasi kuning dan berbagai kue khas Indonesia. Kami sebagai pendatang baru di Adelaide juga tidak merasa canggung walau harus berbincang dengan warga Australia. Mereka sangat ramah dan sopan. Dan kami pulang sekitar pukul 5 petang.

DSC_0411

 

 

 

 

 

 

 

Adelaide Hari Kedua

Posted: Juni 16, 2014 in Pendidikan

at Adelaide University, SAHari kedua di Adelaide, South Australia, merupakah hari yang ditunggu-tunggu bagi para peserta Pelatihan Guru SMA. Senin, 16 Juni 2014 adalah awal dari seluruh kegiatan. Hari ini seluruh kegiatan dilakukan di Universitas Adelaide, salah satu kampus terbesar yang ada di Australia Selatan. Kegiatan dimulai pukul 9.00 pagi waktu jam logam, bukam jam karet. Dari 85 peserta, tak satupun yang terlambat, padahal tak sedikit yang tempat tinggalnya sangat jauh dari kampus tersebut. Saya sendiri harus menggunakan kereta api selama satu jam untuk menuju stasiun terskhir yang dekat dengan kampus. Itupun harus diawali dengan jalan kaki selama kurang lebih 20 menit menuju stasiun Seaford. Jarak rumah dengan stasiun Seaford sekitar 3 km. Sedangkan jarak stasiun terakhir dengan kampus sekitar satu kilometer, jadi jalan kaki kurang lebih 10 menit.

Kegiatan hari pertama di kampus tersebut di awali dengan Orientation and Program Overview. Pada materi ini dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pengenalan program, tujuan kegiatan sehingga peserta siap untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat (Adelaide people) termasuk dengan adat dan kebudayaan yang berbeda. Selain itu disampaikan juga transportasi di Adelaide dan menyikapi bagaimana jika tersesat. Akhir dari sesi ini dicapainya kesepakatan tentang aturan-aturan demi lancarnya program, misalnya datang tepat waktu (termasuk setelah istirahat), hand phone harus dimatikan, dan lainsebagainya. Materi disampaikan oleh Tomy Bawulang dan Rini Budiyanti. 

Materi Introduction to Action Planning Professional Development Planing disampaikan oleh Madalena Bendo dan Tomy Bawulang. Pada materi ini dibahas tentang menjadi seorang peneliti, sehingga ketika mengunjungi sekolah akan lebih siap dan memiliki ide atau gagasan untuk mempelajari dan meneliti secara fokus dan terarah  sehingga menghasilkan secara maksimal. Peserta diharapkan mampu membuat perencanaan kegiatan untuk pengembangan potensi diri dan mampu berinteraksi dengan “peer mentor” di sekolah tujuan.

Materi berikutnya adalah Appreciative Inquiry yang disampaikan oleh Tomy Bawulang. Appresiative Inquiry adalah sebuah pendekatan yang baru terhadap perubahan. Secara teoritis Appeciative Inquiry berasal dari Strength Base Aproach yang memfokuskan pada aspek-aspek yang positif dari sebuah fenomena, objek, ataupun kejadian dan peristiwa. Pendekatan berfokus hal yang positif bukan yang negatif. Berfokus pada kelebihan bukan pada kekurangan. Berfokus pada kekuatan bukan pada kelemahan. Jadi peserta dalam melakukan penelitian akan berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh sekolah-sekolah yang dikunjungi, yang pada akhirnya dapat diadaptasi dan diimplemetasikan di sekolah-sekolah peserta di Indonesia.

Metacognition and Self-Evaluation: “Six Thinking Hats” merupakan materi berikutnya yang disampaikan oleh Sri Gustiani. Pada materi ini dijelaskan aspek metakognisi yang difokuskan pada Six Thingking Hats, yang merupakan kerangka berfikir praktis dalam mengevaluasi capaian diri sendiri dalam proses pembelajarn. Kombinasi landasan teoritis dan kerangka berfikir praktis ini diharapkan peserta dapat mengevaluasi capaian pembelajaran selama mengikuti program pelatihan.

Prestasi demi prestasi terus terukir di SMA Negeri 7 Bekasi, bukan hanya oleh para siswanya tetapi juga oleh para gurunya. Setelah berhasil meraih juara umum dalam lomba pembuatan bahan ajar berbasis IT, kini sekolah ini berhasil meloloskan 4 orang gurunya untuk mengikuti Training Managemen for Teacher di ADELAIDE AUSTRALIA. Keempat guru tersebut adalah MINARDI (guru Fisika), SAUT (guru Bahasa Inggris), YELINOFIANTI (guru Fisika) dan DONI KURNIAWAN (guru PKn).

Program Training Managemen for Teacher di Adelaide Austrlia dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2014 kali ini diberangkatkan 168 orang guru SMA. Pendaftar sebenarnya ada 300 orang dan setelah diseleksi ternyata ada 200 pendaftar yang lulus seleksi administrasi. Dari 200 pendaftar tersebut kemudian dilakukan tes wawancara dalam bahasa inggris tentang berbagai hal yang ada kaitanya tentang pendidikan dan motivasi mengapa ingin mengikuti program tersebut. Setelah dilakukan tes wawancara maka selanjutnya tes TEOFL. Seluruh tes tersebut (wawancara dan TEOFL) dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tanggal 20 – 21 Maret 2014 di Grand Hotel Lembang, Bandung.

Program Training Managemen for Teacher di Adelaide Australia kali ini, Kota Bekasi mengirimkan 8 orang guru (sebenarnya ada 15 pendaftar). Kedelapan orang guru tersebut 1 orang dari SMAN 5 Bekasi, 1 orang dari SMAN 4 Bekasi, 2 orang dari SMAN 8 Bekasi, dan 4 orang guru dari SMAN 7 Bekasi. Jadi SMAN 7 Bekasi berhasil mengirimkan peserta terbanyak untuk Kota Bekasi. Sebuah keberhasilan yang layakmendapatkan apresiasi.

Peserta kegiatan kali ini akan dibagi menjadi 2 kelompok, yang masing-masing kelompok akan dibagi menjadi 2 group. Jadi total ada 4 group, yang anggotanya 42 tiap group. Group 1 dan 2 rencananya akan berangkat tanggal 23 Mei 2014, pulang tanggal 13 Juni 2014. Group 3 dan 4 rencanaya diberangkatkan tanggal 13 Juni 2014 dan pulang tanggal 4 Juli 2014. Jadi kegiatan ini dilakukan selama 21 hari. Sebuah waktu yang tidak lama untuk menimba ilmu, tetapi ini merupakan sebuah kesempatan emas yang sangat berharga. Kesempatan untuk dapat mengenal budaya, pendidikan di Australian. Yang tak kalah penting adalah kesempatan untuk memperlancar kemampuan berbahasa inggris.

Gambar

Foto setelah usai mengikuti tes wawancara (salah satu pengujinya asli Australia)

 

Gambar

Foto saat menjelang mengikuti TEOFL

Kisi-kisi UAS

Posted: Maret 15, 2013 in Pendidikan

Untuk persiapan menghadapi Ujian Akhir Sekolah,

berikut ini gambaran materi yang akan keluar dalam UAS.

Semoga sukses!!!                                                                                                                                          

    No.

Kls/

Smt

Materi

pokok

Indikator soal

Nomor

soal

1. X/1 Pengukuran massa, panjang, dan waktu

 

Diperlihatkan gambar pengukuran dengan mikrometer skrup/ jangka sorong, peserta didik dapat menentukan dengan tepat hasil pengukuran. 1
X/1 Penjumlahan vektor Disajikan 3 vektor pada satu titik tumpu dengan masing-masing membentuk sudut tertentu pada koordinat cartesius, peserta didik dapat menentukan nilai resultan dari ke 3 vektor tersebut. 2
2. X/1 GLB, GLBB, Gerak Melingkar dan Gerak Parabola Disajikan suatu benda yang mengalami jatuh bebas di ketinggian tertentu, peserta didik dapat menghitung nilai salah satu besaran terkait dengan gerak banda tersebut.

 

Disajikan grafik hub. Kecepatan (v) terhadap waktu (t) dari suatu benda yang melakukan GLB dengan GLBB, peserta didik dapat menentukan salah satu besaran fisis terkait dengan grafik.

 

Disajikan sebuah benda yang bergerak melingkar beraturan peserta didik dapat menentukan salah satu besaran yang terkait.

3

 

 

  

4

 

 

 

 

 

 

5

X/1 Hukum Newton tentang gerak

 

Disajikan gambar benda yang di tarik pada bidang miring kasar, peserta didik dapat menentukan salah satu besaran terkait. 6
XI/1 Keseimbangan benda tegar

Dinamika rotasi

Disajikan benda berbentuk batang yang di pengaruhi 3 gaya, peserta didik dapat menentukan momen gaya pada benda.

 

Di sajikan gambar benda berbentuk luasan yang di lubangi (bentuk lubang lingkaran), peserta didik dapat menentukan titik berat.

 

7

 

 

 

 

 

8

XI/1 Usaha dan Energi Disajikan ilustrasi benda yang bergerak vertikal, peserta didik dapat menentukan salah satu besaran yang terkait dg formula usaha dan perubahan energi 9
XI/1 Hukum Hooke dan elastisitas Disajikan 3 buah pegas identik yang disusun seri dan paralel, peserta didik dapat menentukan pertambahan panjang pegas, jika pegas tersebut diberi beban. 10
  Hukum kekekalan energi mekanik

 

Disajikan ilustrasi gambar sebuah benda bergerak parabola, peserta didik dapat menghitung salah satu besaran terkait dengan menggunakan hukum kekekalan mekanik. 11
XI/1 Momentum, impuls, dan tumbukan Diberikan data benda yang mengalami perubahan kecepatan karena dipengaruhi gaya, peserta didik dapat menentukan Impuls yang dimiliki benda

 

Disajikan data-data benda yang bertumbukan tidak lenting sama sekali, peserta didik dapat menentukan kecepatan benda setelah tumbukan

12

 

 

 

 

 

13

  XI/2 Fluida Disajikan beberapa pernyataan penerapan hokum-hukum fluida, peserta didik dapat menentukan pernyataan yang berkaitan dengan hukum bernoulli

 

Disajikan ilustrasi (air dalam tangki dengan sebuah kran), peserta didik dapat menentukan kecepatan semburan air bila kran dibuka bila parameter lain diketahui

14

 

 

 

 

 

15

3.   Suhu dan Kalor Disajikan gambar dua logam yang disambung/ditempel, peserta didik dapat menentukan suhu yang tepat pada sambungan jika data-data diketahui.

 

Disajikan data-data tentang dua benda yang dicampur (cair dengan cair atau cair dengan padat), peserta didik dapat menghitung suhu campuran.

16

 

 

 

 

 

17

XI/2 Gas ideal Peserta didik dapat menjelaskan salah satu proses termodinamika (isobar/ isother/adiabatik/isokhorik) pada persamaan umum gas ideal. 18
XI/2 Termodinamika Disajikan PV dari sebuah sistem yang mengalami proses termodinamika sederhana, peserta didik dapat menghitung usaha yang dihasilkan dari proses tersebut.

 

19
4. XII/1

 

 

 

Gejala dan Ciri-ciri Gelombang Diberikan gambar gelombang, peserta didik dapat menentukan besaran-besaran fisis yang terkait. 20
X/2 Gelombang elektromagnetik Peserta didik dapat menyebutkan manfaat gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. 21
X/2 Alat Optik Disajikan diagram pembentukan bayangan pada teropong bintang/mikroskop , peserta didik dapat menentukan besaran terkait 22
XII/1 Optika fisis Diberikan data perbesaran celah ganda, peserta didik dapat menentukan nilai besaran lain yang belum diketahui. 23

 

 

 

 

XII/1 Efek Doppler Diberikan ilustrasi suatu sumber bunyi dan pendengar yang bergerak searah, peserta didik dapat menentukan frekuensi sumber bunyi atau frekuensi yang di dengar pendengar. 24
XII/1 Intensitas gelombang Diberikan intensitas bunyi di suatu posisi tertentu, peserta didik dapat menentukan perbandingan taraf intensitas bunyi tersebut jika di dengar 2 tempat yang posisinya berbeda. 25
5. XII/1 Listrik Statis Disajikan diagram 2 muatan titik pada posisi awal dengan nilai gaya listrik dan nilai satu muatan diketahui, peserta didik dapat menentukan nilai gaya listrik sekarang jika posisi muatan di geser.

 

Disajikan gambar 2 muatan listrik, peserta didik dapat menentukan nilai kuat medan listrik total pada titik tertentu yang segaris dengan kedua muatan tersebut.

26

 

 

 

 

 

 

27

XII/1 Kapasitor keping sejajar Disajikan rangkaian gambar seri-paralel, 5 kapasitor, peserta didik dapat menentukan nilai energi listrik dalam kapasitor gabungan. 28
X/2 Hukum Kirchoff I dan II

 

Disajikan rangkaian listrik 1 loop yang memiliki 3 hambatan dan 2 GGL, peserta didik dapat menentukan salah satu besaran fisis yang terkait. 29
XII/1 Medan megnet di sekitar kawat berarus listrik. Disajikan gambar kawat berarus listrik berbentuk ½ lingkaran, peserta didik dapat menentukan besar induksi magnetik di pusat lingkaran.. 30
XII/1 Gaya Lorentz Disajikan gambar 2 kawat lurus di beri arus listrik dengan nilai berbeda, peserta didik dapat menentukan gaya magnet yang dialami kedua kawat. 31
XII/1 Transformator Disajikan data besaran fisis trasformator, peserta didik dapat menjelaskan besaran-besaran terkait. 32
XII/1 Listrik arus bolak balik Disajikan gambar rangkaian RLC, peserta didik dapat menentukan arus listrik pada rangkaian

 

Disajikan data tentang rangkaian RLC seri, peserta didik menentukan frekuensi resonansi rangkaian.

 

33

 

 

 

34

6. XII/2 Perkembangan teori atom Di sajikan pernyataan salah satu isi teori atom tertentu (dalton,thomson, ruterford), peserta didik dapat menjelaskan kelemahan isi teori tersebut berdasarkan kenyataan.

 

Peserta didik dapat menentukan pernyataan yang benar tentang nilai energi elektron dan penjelasannya saat berpindah dari satu kulit ke kulit tertentu lainnya.

35

 

 

 

36

  Efek foto listrik

Efek Compton

Disajikan beberapa pernyataan berkait dengan efek compton, peserta didik dapat menentukan pernyataan2 yang mendukung pendapat bahwa gelombang elektromagnetik dapat berperilaku sebagai partikel. 37
XII/2 Teori relativitas Disajikan data tentang suatu benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati cahaya, peserta didik menentukan perubahan panjang benda tersebut. 38
XII/2 Reaksi Inti Disajikan persamaan reaksi inti, peserta didik dapat menentukan energy yang dilepaskan. 39
XII/2 Zat Radio Aktif Disajikan beberapa contoh penerapan radioisotop, peserta didik dapat menyebutkan pemanfaatannya dalam bidang industry 40