TEKNIK PENELITIAN KUALITATIF

Posted: Februari 10, 2010 in Uncategorized

PENDAHULUAN

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan latar alamiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang sifatnya naturalistik dalam mencari dan menemukan fenomena-fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunkan prosedur analisis statistic. Penelitian ini didasarkan atas upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit. Jika penelitian kualitatif tidak menggunakan analisis data maka serangkaian pedoman dalam mengumpulkan data harus disusun secara cermat dan jelas. Serangkaian pedoman penelitian tersebut yang dalam penelitian kualitatif disebut Teknik Penelitian.

Teknik Penelitian adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Eileen Kane (1985:51), L.J. Moleong sependapat menggunakan istilah tersebut, karena menganggap lebih sesuai dan juga untuk menghindari penggunaan “Metode Penelitian” karena dalam pembahasan selanjutnya bukan berisi uraian tentang metode semata-mata.

Teknik penelitian sebagai salah satu bagian penelitian merupakan salah satu unsur yang sangat penting. Selanjutnya pembahasan dan ruang lingkup dalam penyusunan tulisan ini adalah ;
– Sumber dan Jenis Data
– Manusia sebagai instrumen
– Observasi

Banyaknya ragam buku referensi tentang penelitian kualitatif berdampak sangat luas dan beragam dalam pembahasan tulisan teknik penelitian, maka pada kesempatan kali ini penulis mencoba mensarikan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan Teknik Penelitian pada Metodologi Penelitian Kualitatif.

Penyusunan tulisan ini merupakan resume dari berbagai referensi yang dianggap mewakili oleh kelompok kami, dan selanjutnya masih diperlukan diskusi untuk mematangkan materi ini.

A. Sumber dan Jenis Data

Yang dimaksud sumber penelitian dalam penelitian adalah subyek darimana data diperoleh. Suharsimi Arikunto (2006:129). Berdasarkan alat pengumpulan data, maka sumber data dapat dibedakan menjadi dua. Jika yang digunakan kuisioner maka sumberdatanya disebut responden, dan jika yang digunakan observasi maka sumberdatanya berupa benda, gerak atau proses sesuatu. Menurut Lofland dan Lofland (1984:47) sebagaimana dikutip oleh Lexy J. Moleong dikatakan bahwa yang menjadi sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan. Selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Jenis-jenis datanya, adalah sebagai berikut ;

1. Kata-kata dan Tindakan

Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati dan diwawancarai merupakan sumber utama. Sumber utama dicatat melalui catatan tertulis maupun rekaman seperti video/audio tapes, foto, film, hp, handycam.
Pencatatannya melalui wawancara dan pengamatan yang digabungkan dari kegiatan melihat, mendengar, dan bertanya. Misalnya, jika peneliti merupakan pengamat tak diketahui pada tempat-tempat umum, jelas bahwa melihat dan mendengar merupakan alat utama, jelas bahwa melihat dan mendengar merupakan alat utama, sedangkan
bertanya akan terbatas sekali .

Sewaktu peneliti memanfaatkan wawancara mendalam, jelas bahwa bertanya dan mendengar akan merupakan kegiatan pokok. Ketiga kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh semua orang, hal tersebut terarah dan terencana serta sadar oleh peneliti. Tujuan yang diharapkan adalah dicapainya untuk memecahkan sejumlah masalah penelitian.

Dengan seperangkat petunjuk seperti yang telah diungkapkan di muka kiranya peneliti akan dapat menjaring kata-kata dan tindakan yang relevan saja, terutama dengan memanfaatkan, kriteria inklusi-enklusi.

2. Sumber Tertulis

Sumber tertulis dapat terbagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi, dan dokumen asli.Sumber teretulis dapat berupa buku dan majalah ilmiah. Seperti buku perpustakaan
yaitu tesis, buku riwayat hidup,buku terbitan pemerintah, majalah seperti jurnal. Atau arsip-arsip yang berada di Lembaga Arsip Nasional (tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari daerah (tempat penelitian). Sumber tertulis lainnya dokumen pribadi yang isi tulisannya berkisah tentang diri seseorang (surat, diary, anggaran, pepatah, dan lain -lain).

Instansi pemerintah biasanya ada dokumen resmi seperti ; laporan, buletin, buku peraturan. Yang jelas peneliti harus cermat, hati-hati, dan sabar menjajaki sumber tertulis tersebut. Sehingga datanya menjadi kaya dan konkret serta luas sekali.

3. Foto

Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya sering dianalisis secara induktif.

Kategori Foto yaitu ;
– foto yang dihasilkan orang dan
– foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri (Bogdan dan Biklen, 1982:102).

Foto dapat memberikan gambaran tentang perjalanan sejarah orang yang didalamnya dan gambaran yang bertentangan dengan apa yang dipersoalkan dalam masalah peneliti.
Tujuannya untuk memahami bagaimana para subyek memandang dunianya. Foto sebagai data atau pendorong ke arah menghasilkan data. Dan foto digunakan sebagai pelengkap pada cara dan tehnik lainnya.

Peneliti hendaknya mempunyai ketrampilan khusus untuk itu. Dengan kata lain si peneliti sudah berlatih dan terbiasa menggunakan kamera.sehingga menampakkan detail. Peneliti juga harus mengingat etika penelitian, terutama dalam suatu publikasi harus dengan kesepakatan dan persetujuan oleh subyek.

4. Data Statistik
Sedangkan Data statistik fungsinya sebagai sumber data tambahan bagi peneliti Kualitatif. Statistik dapat membantu memberi gambaran tentang kecenderungan subjek pada latar belakang penelitian. Akan tetapi peneliti harus menyadari bahwa statistik umumnya berlandaskan paradigma yang mengutamakan dapatnya di generalisasikan sehingga dapat mengurangi makna subjek secara perseorangan dalam segala liku kehidupannya yang unik namun utuh itu.

B. Manusia Sebagai Instrumen Penelitian

Penelitian dan pengamatan keduanya mempunyai peranan yang tidak dapat dipisahkan, namun peranan penelitilah yang menentukan skenarionya, dan dapat diuraikan sebagai berikut ;

1. Pengamatan Berperanserta

Bogdan (1972:3) mendefinisikan secara tepat pengamatan berperanserta sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dengan subjek dalam lingkungan subjek, dan selama itu data dalam bentuk
catatan lapangan di kumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi yang cukup lama dengan subjeknya dalam situasi tertentu memberikan peluang bagi peneliti untuk dapat memandang kebiasaan politik, konflik, dan perubahan yang terjadi dalam diri subjek dan berkaitannya dengan lingkungannya.

Menurut Crane dan Angrosino (1984:2-5) bahwa tindakan tanpa memandang apa pun yang diperbuat oleh para subjeknya, peneliti akan memperoleh pengalaman tangan pertama tentang kegiatan subjeknya dalam arti dan pandangan subjeknya itu sendiri.

Perbedaan arti dari Kane (1985:53) bahwa pengamatan adalah teknik penelitian sedangkan menurut Crane dan Angrosino (1984:64) pengamatan sebagai keadaan mental dan sebagai suatu kerangka acuan untuk hidup di dalam latar penelitian, jadi bukan sekedar tindakan.
Petunjuk Penelitian menurut Bogdan dan Taylor (1975:127) :
1) Jangan mengambil sesuatu dari lapangan secara pribadi.
2) Rencanakan kunjungan pertama untuk menemui seorang perantara yang nantinya akan memperkenalkan peneliti.
3) Jangan berambisi untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi pada hari-hari pertama berada di lapangan.
4) Bertindaklah secara relatif pasif
5) Bertindaklah lemah lembut.

2. Manusia sebagai Instrumen Penelitian
Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit, ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana, analis, penafsir dan terakhir adalah pelapor hasil penelitiannya, maka pengertian instrumen atau alat penelitian bagi seorang peneliti menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. Instrumen penelitian dimaksudkan sebagai alat mengumpulkan data seperti tes pada penelitian kualitatif. Menurut Guba dan Lincoln (1981:128-150) dikemukakan bahwa :

a. Ciri-ciri Umum Manusia Sebagai Instrumen
1) Responsif.
2) Dapat menyesuaikan diri.
3) Menekankan keutuhan.
4) Mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan.
5) Memproses data secepatnya.
6) Memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan dan mengikhtisarkan.
• Mengecek kembali keabsahan data yang diperoleh;
• Memperoleh persetujuan dari informan atau subjek tentang apa yang dikemukakan sebelumnya;
• Memberikan kesempatan kepada subjek untuk masih dapat mengemukakan pokok penting tentang apa yang belum tercakup pada yang di ikhtisarkan.
7) Memanfaatkan kesempatan untuk mencari respons yang tidak lazim dan idiosinkratik.

b. Kualitas Yang diharapkan

Pada dasarnya peneliti itu hendaknya memliki sejumlah kualitas pribadi sebagai berikut : toleran, sabar, menunjukkan empati, menjadi penampilannya menarik, mencintai pekerjaan wawancara, senang berbicara, tidak cepat jenuh, keinginan berbicara, keinginan mendengarkan, menjadi pendengar yang baik, mudah bergaul, gampang menyesuaikan diri dengan segala macam situasi, menampakkan simpati secara jujur, dan tidak dibuat-buat, menghargai perasaan dan pendapat subjeknya, dan tenang menghadapi situasi krisis s ekalipun.

c. Peningkatan Kemampuan Peneliti Sebagai Instrumen

Peningkatan yang berpengalaman yang dilatih ialah mengadakan wawancara, pengamatan, melatih cara mendengarkan, hal itu dilakukan dengan bimbingan orang yang lebih berpengalaman. Latihan tersebut akan baik jika dilakukan dengan peralatan seperti video-tape recorder.

C. Observasi

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting ). Pada laboratorium dengan metode eksperimen, di kelas dengan tenaga pendidikan dan kependidikan dan di rumah dengan berbagai responden. Bila dilihat dari sumber datanya dapat menggunakan sumber primer dan sekunder.

Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan Sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview ( wawancara ), kuesioner ( angket), dokumentasi dan gabungan ( triangulasi ).

Pengumpulan data dengan observasi

Nasution (1998) menyatakan bahwa, observasi adalah mengerahkan dengan semua ilmu pengetahuan.
Marsshall (1995) menyatakan bahwa, melalui observasi peneliti belajar tentang prilaku, dan makna prilaku tersebut.
Sanafiah Faisal (1990) mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi (partisifation observation), observasi yang terang-terangan dan tersamar ( over observation dan convert observational), dan observasi tak berstruktur ( unstructured observation ).
Sparadley dalam Susan Stainback (1988) membagi observasi berpartisipasi menjadi empat yakni passive participation, moderat participation, active participation, dan complete participation.

Macam-macam Teknik Observasi

1) Observasi Partisipasif ,

Dalam observasi ini peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sehingga diperlukan data yang akurat lengkap dan tajam. Susan Stainback (1988) menyatakan dalam observasi partisipasif. Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang , mendengarkan apa yang mereka ucapkan, dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka.

Observasi partisipasif dibagi menjadi empat yaitu;
a. Partisipasi pasif (passive participation) dalam observasi ini peneliti
datang di tempat kegiatan orang yang diamati tetapi tidak ikut terlibat
dalam kegiatan tersebut.

b. Partisipasi moderat ( moderate participation), dalam observasi ini
peneliti dalam mengumpulkan data ikut berpartisifasi dalam beberapa
kegiatan, tetapi tidak semuanya
c. Partisifasi aktif ( active partisipation ), dalam observasi ini peneliti ikut
melakukan apa yang dilakukan oleh nara sumber, tetapi belum
sepenuhnya lengkap.
d. Partisipasi lengkap ( complete partisipation ), dalam observasi ini
peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumberdata. Jadi suasananya sudah natural, peneliti tidak terlihat melakukan penelitian.

2) Observasi terus terang atau tersamar
Dalam obseravsi ini peneliti menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Tetapi kadang-kadang tidak terus terang dalam hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih di rahasiakan.

3) Observasi tak berstruktur
Dalam observasi ini peneliti tidak menyiapkan instrumen yang baku dan
sistematis tentang apa yang akan di observasi, sebab focus penelitian
belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi
berlangsung.

Manfaat Observasi

Menurut Patton dalam Nasution (1988), manfaat observasi adalah :
1) Peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.
2) Dengan observasi akan diperoleh pengalaman langsung.
3) Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak di amati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu .
4) Peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkap oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitive.
5) Peneliti dapat menemukan hal-hal yang di luar responden sehingga peneliti memperoleh gambaran yang komprehensif.
6) Peneliti tidak hanya mengumpulkan daya yang kaya tetapi juga memperoleh kesan pribadi, dan merasakan suasana sosial objek yang di teliti.

Obyek observasi

Menurut Spradley obyek observasi dalam situasi sosial terdiri dari tiga komponen, yaitu:
1) Place (tempat), tempat di mana interaksi sosial sedang berlangsung
2) Actor (pelaku), orang-orang yang sedang memainkan peran tertentu, seperti guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua murid, dan lain-lain.
3) Activity atau kegiatan yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial sedang berlangsung, seperti KBM.

Tahapan observasi

Spradley (1980) membagi tahapan observasi menjadi tiga tahap, yaitu:
1) Observasi deskriptif
Pada saat memasuki obyek penelitian, peneliti belum membawa masalah. Peneliti melakukan penjelajahan umum, dan menyeluruh. Melakukan deskripsi terhadap apa yang dilihat, di dengar, dan dirasakan.

2) Observasi terfokus
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis taksonomi sehingga dapat menemukan fokus. Peneliti dapat memfokuskan pada domain huruf besar, huruf kecil, dan angka. Namun masih belum terstruktur

3) Observasi terseleksi
Pada tahap ini peneliti telah menguraikan fokus yang di temukan sehingga datanya lebih rinci. Peneliti telah menemukan karakteristik, kontras-kontras/perbedaan dan kesamaan antara kategori serta menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori yang lain.

Menurut pendapat DR. Herry Widyastomo di dalam Artikel Majalah Ilmiah KAIS, Edisi 10), Jakarta, 1992. tentang “ Pendekatan Penelitian : Kuantitatif dan Kualitatif “ bahwa di lapangan , peneliti mengadakan pengumpulan data dengan observasi sambil mencatat hal-hal yang di amati. Alat yang digunakan sering hanya buku catatan dan alat tulis. Apa yang diamatinya bergantung pada keputusannya sendiri. Banyak yang dapat di amatinya, baik mengenai orang yang berada di situ, kegiatan-kegiatan, lingkungan fisiknya, dan sebagainya. Ia harus memilih sendiri, jadi mengadakan sampling tentang apa yang akan diberinya perhatian. Penentuan sampling ini akan berlangsung terus selama ia mengadakan penelitian.

Informasi perlu selalu di cek kebenarannya agar hasil penelitiannya dapat di percaya, dengan cara berusaha memperoleh informasi dari berbagai fihak, ini disebut triangulasi. Tujuannya ialah memverifikasi atau mengkonfirmasi informasi.

DAFTAR PUSTAKA

Moleong, Lexy. J. Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung : 2001

Nasution, S. Metodologi Research.Buni Aksara. Jakarta: 2006

Sugiyono. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D), Alfabeta, Bandung : 2006

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. P.T. Rineka Cipta. Jakarta: 2006

Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya. Bumi Aksara. Jakarta: 2005

Widyastomo, Herry. Pendekatan Penelitian : Kuantitatif dan Kualitatif (Artikel Majalah Ilmiah KAIS, Edisi 10), Jakarta, 1992.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s