Pengertian Belajar

Posted: Maret 27, 2011 in Pendidikan

Belajar dapat dilakukan oleh setiap individu di mana saja dan kapan saja dimana perkembangan sejalan dengan pertumbahan usia . Menurut Kro’s Report dalambukunya Theories Human Learning, belajar dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan individu yang bersifat permanen yang dihasilkan dari pengalaman-pengalaman tetapi bukan seperti kelelahan, kena obat, penyakit dan perubahan jasmani. Perubahan individu yang dimaksud perubahan tingkah laku yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap yang berinteraksi dengan lingkungannya. Perubahan yang terjadi seperti seorang petinju menjadi lebih beringas setelah kena doping, seseorang yang tadinya kurus berubah menjadi gemuk setelah mengkonsumsi sepuluh butir telur setiap hari, dan seorang pelari menjadi lambat larinya setelah kelelahan. Perubahan itu semua tidak termasuk gejala belajar.

Secara psikologis menurut Slameto, belajar merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.  Belajar merupakan suatu proses atau kegiatan, bukan hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat melainkan lebih luas lagi misalnya menciptakan suatu kondisi khas supaya keterlibatan siswa secara aktif berlangsung melalui belajar bermakna (meaningfull learning).

Hal senada dikemukakan oleh Margaret A. Bell gredler bahwa belajar adalah proses seseorang untuk memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap. Untuk mempereh perubahan tingkah laku tersebut dapat melalui interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku tersebut dapat berupa perolehan atau pengintegrasian pengetahuan. Perolehan bukan merupakan proses akhir dari belajar, karena pengetahuan sifatnya dinamis dan selalu berkembang terutama untuk ilmu fisika. Oleh sebab itu seorang guru harus selalu memotivasi siswanya agar mereka sadar bahwa belajar itu kewajiban yang harus dilakukan secara kontinu. Belajar dikatakan efektif jika siswa mampu menggunakan kemampuannya untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna misalnya mngambil keputusan, melakukan penelitian, pemecahan masalah, bahkan dapat menemukan konsep-konsep baru bukan sekadar membuktikan yang telah ada.

Gagne menyatakan bahwa belajar adalah perubahan dalam disposisi manusia atau kemampuan yang berlangsung selama satu masa waktu dan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan.6). perubahan tingkah laku yang didapat dari belajar bukan disebabkan oleh pertumbuhan yang bersifat fisiologis atau proses kematangan. Perubahan yang terjadi karena belajar, dapat berupa perubahan dalam kebiasaan dan kecakapan.

Berdasarkan pegertian belajar tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu aktivitas individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku dari berbagai aspek karena stimuli dari lingkungan untuk berkembang. Belajar merupakan suatu proses bukan merupakan suatu hasil, karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunkan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai tujuan.

Referensi:

Slameto.1998. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.

Margaret A. Bell Gredler. 1994. Belajar dan Membelajarkan . Jakarta: raja grafindo Persada.

dan beberapa referensi yang relevan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s