Adelaide Hari Kedua

Posted: Juni 16, 2014 in Pendidikan

at Adelaide University, SAHari kedua di Adelaide, South Australia, merupakah hari yang ditunggu-tunggu bagi para peserta Pelatihan Guru SMA. Senin, 16 Juni 2014 adalah awal dari seluruh kegiatan. Hari ini seluruh kegiatan dilakukan di Universitas Adelaide, salah satu kampus terbesar yang ada di Australia Selatan. Kegiatan dimulai pukul 9.00 pagi waktu jam logam, bukam jam karet. Dari 85 peserta, tak satupun yang terlambat, padahal tak sedikit yang tempat tinggalnya sangat jauh dari kampus tersebut. Saya sendiri harus menggunakan kereta api selama satu jam untuk menuju stasiun terskhir yang dekat dengan kampus. Itupun harus diawali dengan jalan kaki selama kurang lebih 20 menit menuju stasiun Seaford. Jarak rumah dengan stasiun Seaford sekitar 3 km. Sedangkan jarak stasiun terakhir dengan kampus sekitar satu kilometer, jadi jalan kaki kurang lebih 10 menit.

Kegiatan hari pertama di kampus tersebut di awali dengan Orientation and Program Overview. Pada materi ini dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pengenalan program, tujuan kegiatan sehingga peserta siap untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat (Adelaide people) termasuk dengan adat dan kebudayaan yang berbeda. Selain itu disampaikan juga transportasi di Adelaide dan menyikapi bagaimana jika tersesat. Akhir dari sesi ini dicapainya kesepakatan tentang aturan-aturan demi lancarnya program, misalnya datang tepat waktu (termasuk setelah istirahat), hand phone harus dimatikan, dan lainsebagainya. Materi disampaikan oleh Tomy Bawulang dan Rini Budiyanti. 

Materi Introduction to Action Planning Professional Development Planing disampaikan oleh Madalena Bendo dan Tomy Bawulang. Pada materi ini dibahas tentang menjadi seorang peneliti, sehingga ketika mengunjungi sekolah akan lebih siap dan memiliki ide atau gagasan untuk mempelajari dan meneliti secara fokus dan terarah  sehingga menghasilkan secara maksimal. Peserta diharapkan mampu membuat perencanaan kegiatan untuk pengembangan potensi diri dan mampu berinteraksi dengan “peer mentor” di sekolah tujuan.

Materi berikutnya adalah Appreciative Inquiry yang disampaikan oleh Tomy Bawulang. Appresiative Inquiry adalah sebuah pendekatan yang baru terhadap perubahan. Secara teoritis Appeciative Inquiry berasal dari Strength Base Aproach yang memfokuskan pada aspek-aspek yang positif dari sebuah fenomena, objek, ataupun kejadian dan peristiwa. Pendekatan berfokus hal yang positif bukan yang negatif. Berfokus pada kelebihan bukan pada kekurangan. Berfokus pada kekuatan bukan pada kelemahan. Jadi peserta dalam melakukan penelitian akan berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh sekolah-sekolah yang dikunjungi, yang pada akhirnya dapat diadaptasi dan diimplemetasikan di sekolah-sekolah peserta di Indonesia.

Metacognition and Self-Evaluation: “Six Thinking Hats” merupakan materi berikutnya yang disampaikan oleh Sri Gustiani. Pada materi ini dijelaskan aspek metakognisi yang difokuskan pada Six Thingking Hats, yang merupakan kerangka berfikir praktis dalam mengevaluasi capaian diri sendiri dalam proses pembelajarn. Kombinasi landasan teoritis dan kerangka berfikir praktis ini diharapkan peserta dapat mengevaluasi capaian pembelajaran selama mengikuti program pelatihan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s