Catatan Kecil Kari ke-4 di Seaview High School

Posted: Juni 24, 2014 in Pendidikan

WP_20140624_029Hari ini cuaca tampak lebih baik dari pada hari senin kemarin, menurut ramalan badan meteorologi Australia Selatan angin akan berhembus dengan kecepatan 24 km/jam dan suhu terendah 12oC. Hal ini membuat kami gembira, karena kami sudah mulai terbiasa dengan suhu sekitar itu. Mobil melaju dari rumah pukul 7.55 pagi. Perjalanan sangat lancar tanpa gangguan gerimis. Walau awan tampak menggantung namun hujan juga tak kunjung tiba. Ini merupakan keberuntungan kami.

Pukul 8.20 pagi kami sudah tiba di sekolah, dan setelah menandatangani daftar hadir langsung menuju ruang kerja, ternyata kami yang terakhir. Tepat pukul 8.30 bel dibunyikan pertanda kegiatan sekolah segera dimulai. Kali ini saya tidak langsung masuk kelas karena jadwal masuk kelas adalah jam ke 3. Waktu bebas ini saya gunakan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Sebelum bel jam ke-3 dibunyikan saya sudah berada di depan ruang laboratorium fisika di mana Mrs Cheril mengajar. Sengaja saya lakukan agar begitu bel berbunyi saya langsung masuk ruang kelas, jadi on time.

Pada jam ke-3 ini yang masuk adalah siswa kelas 11 untuk mata pelajaran fisika. Kegiatan pembelajaran yag dilakukan pada intinya adalah pembahasan soal-soal ujian akhir semester ganjil. Perlu diketahui bahwa di Austrlian tahun ajaran baru dimulai bulan Januari dan di akhiri bulan Juni. Saat ini adalah awal semester genap.

Untuk jam ke-4 dan Ke-5, siswa yang masuk kelas adalah kelas IX dengan mata pelajaran Science. Pada pembelajaran kali ini cukup menarik. Metode pembelajaran yang digunakan, dimulai dari ceramah, tanay jawab dan experimen. Satu jam pertama untuk membahas tentang The Dynamic Eart, dan satu jam berikutnya experimen. Setelah satu jam mengajar dengan ceramah dan tanya jawab, maka siswa diajak memasuki laboratorium yang satunya lagi. Ruang yang satu ini juga merupakan laboratorium science.

Praktikum yang dilakukan adalah perpindahan kalor secara konveksi. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk melakukan praktikum. Dalam LKS tersebut dijelaskan prosedur praktikum dan tugas yang harus diselesaikan siswa. Petunjuk praktikum diawali dengan demonstrasi oleh guru, siswa memperhatikan dan diperkenankan bertanya jika belum jelas. Selanjutnya siswa diberi waktu 20 (dua puluh) menit untuk melakukan praktikum. Yang dilakukan adalah mengamati perpindahan kalor secara konveksi, yaitu kedalam air di masukkan sedikit potasium permanganat melalui selang kecil sehingga zat tersebut sampai dasar. Setelah air dipanaskan, siswa mengamati apa yang terjadi.

Untuk praktikum kedua adalah ke dalam bejana berisi air pada suhu ruang, dimasukkan es balok berwarna biru. Siswa melakukan pengamatan yang terjadi, dan mencatat hasilnya.

Setelah waktu selesai maka seluruh siswa dipersilakan untuk merapikan alat dan mengembalikan ke meja demonstrasi (meja guru) dengan tertib. Dan bersama-sama menyimpulkan pengertian perpindahan kalor secara konveksi.

Hal menarik yang perlu dicatat adalah guru sangat baik dalam mengelola kelas sehingga dapat menyelesaikan materi dengan pendekatan/metode pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa senang dan tidak membosankan, bahkan pembelajaran ini tidak menunjukakan bahwa fisika itu menakutkan melainkkan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s